Book Review- Good Leaders Ask Great Questions – John C. Maxwell Part 3 (Final)

517tpaN3HKL._SX329_BO1,204,203,200_

Book Review- Good Leaders Ask Great Questions – John C. Maxwell Part 3 (Final)

  1. BAGAIMANA CARA BEKERJA SAMA DENGAN PEMIMPIN SULIT YANG SENANG MENINDAS?

Saya membaca dalam Forbes bahwa penelitian yang diadakan di workplace bullying institute melaporkan bahwa 35 persen armada kerja Amerika mengalami “penganiayaan berulang oleh satu karyawan atau lebih yang mengambil bentuk pelecehan verbal, ancaman, intimidasi, penghinaan, atau sabotase prestasi kerja”. Kira kira 72 persen penindasnya adalah para atasan. Itu jumlah yang besar, dan bahwa banyak orang yang memegang posisi atau jabatan sebagai pemimpin tidak memahami aturan main kepemimpinan. Kepemimpinan adalah ajakan, bukan intimidasi.

Atasan yang senang menindas tentu menyulitkan hidup anggota timnya. Tak ada orang yang senang merasa didesak desak. Jika anda memutuskan untuk bertahan dalam lingkungan semacam itu, opsi terbaik anda adalah membiarkan apa yang mereka katakan masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Jangan mempercayai perkataan mereka. Ini tidak mudah, jadi saya akan membagikan beberapa saran untuk menolong anda:

  1. Yakinilah nilai diri anda

Mantan ibu Negara, Eleanor Roosevelt, berkata, “tak seorang pun dapat membuat anda merasa rendah diri tanpa seizing anda”. Pemimpin tidak dapat merendahkan anda tanpa seizing anda. Atasan yang tidak menyenangkan bisa mengatakan apapun yang ia mau kepada atau tentang anda, tapi jika itu tidak benar. Anda tidak perlu termakan umpan. Cegahlah itu dengan menyadari pentingnya diri anda dan memelihara kepercayaan diri anda.

Anda bernilai. Semua orang bernilai. Anda memiliki talenta dan kemampuan yang dapat menambahkan nilai pada orang lain. Anda memiliki sumber daya dan kesempatan yang tidak dimiliki seorang orang lainnya. Anda memiliki nilai instrinsik karena anda adalah manusia. Anda perlu memiliki semua ini, Filsuf-penyair, Ralph waldo emerson berkata, “maksimalkan diri anda karena hanya itulah yang anda miliki”

Meski anda melakukan segalanya dengan benar, tak ada jaminan orang lain akan selalu memperlakukan anda dengan benar. Mereka dapat memutuskan untuk tidak menyukai anda tanpa alasan yang jelas. Anda tak bisa mengendalikan itu. Namun anda bisa tetap percaya diri dan mengingat kata kata Winston Churchill, yang menjadi perdana mentri Inggris raya semasa perang dunia II, “anda punya musuh?, bagus, itu berarti anda berdiri membela sesuatu, sesuatu dalam hidup anda”. Abaikan kritik yang sifatnya pribadi, dan para pengkritik itu tak akan selalu mengusik anda.

  1. Jangan menanggung kesalahan yang bukan kesalahan anda

Penulis dan dosen, John Killinger, menceritakan kisah tentang manajer bisbol dari tim lige kecil yang frustasi dengan pemimpin buruk pemain centre fieldnya. Akhirnya, dengan muak, ia berderap maju ke centre field menyuruh si pemain keluar dari pertandingan dan menempati post nya.

Bola pertama yang mendekatinya melambung dan menghantam perutnya. Bola berikutnya melambung tinggi, dan gagal ditangkapnya karena silau dengan cahaya matahari. Dahinya terbentur. Bola ketiga adalah bola tajam yang biasanya ia kuasai. Ia mengulurkan tangan ke depan untuk menangkapnya, tapi malah tersandung dan bola itu mengenai matanya.

Begitu babak itu akhirnya usai, ia berlari ke tempat tunggu pemain bisbol, mencengkeram seragam pemain center field tadi dan menghardik, “dasar bodoh! Gara gara kau, center field jadi begitu kacau sehingga aku pun tak bisa berbuat apa apa di sana!”

Penindas selalu mencari kambing hitam. Jangan biarkan ia menyalahkan anda atas kesalahan yang bukan tanggung jawab anda. Jika itu memang kesalahan anda, akuilah, jika tidak, jangan mau disalahkan.

  1. Jangan bermental korban

Salah satu alasan beberapa orang membiarkan diri mereka ditindas adalah karena mereka merasa tidak berdaya untuk mengatasi penindasan itu. Mereka menganggap diri mereka korban. Jangan sampai anda pun berpikir demikian. Orang yang bermental korban tak akan pernah sukses.

Ibu Negara, Michelle Obama, menjelaskan, “salah satu pelajaran yang menemani saya beranjak dewasa adalah selalu jujur dengan diri sendiri dan tidak membiarkan perkataan orang lain mengalihkan kita dari tujuan tujuan kita. Maka, ketika saya mendengar serangan yang negative dan keliru itu, saya tak akan berusaha menangkisnya mati matian karena saya percaya pada jati diri saya”

Jika anda mengenal diri anda dan memandang hidup secara proaktif, anda tak akan merasa seperti korban. Anda memang tidak bisa melakukan segalanya, tapi tentu anda bisa melakukan beberapa hal. Anda tidak bisa mencegah orang lain memperlakukan anda dengan buruk, namun anda bisa memutuskan bagaimana anda akan merespons.

Albert ellis menegaskan, “dengan tidak terlalu menghiraukan pendapat orang lain, saya jadi bisa menggagas dan menyebarkan ide ide yang kerap kali tidak populer, dan saya berhasil”. Itulah tujuan anda.

 

  1. BAGAIMANA CARA BEKERJA SAMA DENGAN PEMIMPIN SULIT YANG SUKA BERMAIN AMAN?

Pakar manajemen, Peter Drucker, berkata, “lebih mudah bagi perusahaan untuk menggagas ide ide baru daripada merelakan ide ide lama. “mengapa?, karena rasa takut. Banyak orang takut menghadapi perubahan, resiko, dan kegagalan. Mereka tidak mau melepaskan kelaziman karena takut terhadap sesuatu yang tidak mereka ketahui”

Saya pernah membaca artikel di Saturday evening post yang membahas tentang ketakutan. Dikatakan bahwa banyak orang takut meninggal dalam kecelakaan pesawat, padahal peluang terjadinya mungkin hanya 250.000 banding 1. Kita lebih mungkin ditendang hingga mati oleh keledai dariapda tewas dalam kecelakaan pesawat. Kita juga takut dibunuh, padahal kita delapan kali lebih mungkin mati saat berolah raga daripada ditembak orang asing. Kita takut meninggal di meja operasi saat menjalani pembedahan, padahal kita dua puluh kali lebih mudah mati dalam kecelakaan mobil. Pada saat yang sama, jutaan orang berharap dan berdoa agar mereka memenangkan lotre. Padahal, mereka tiga kali lebih mungkin tersambar petir.

Ketakutan dan kekhawatiran kita biasanya berlebihan dan tidak berdasar pada kenyataan. Namun kecemasan ini bisa saja menghambat kita untuk menjadi produktif dan sukses. Jika anda dipimpin orang yang senang bermain aman, bantulah ia dengan melakukan beberapa hal:

“Cobalah memahaminya”

Konon, ketika Michael Faraday menemukan motor elektrik pertama, oa mengharapkan minat dan dukungan dari perdana mentri Inggris, William Gladstone. Maka faraday membuat model sederhana yang terdiri dari kebel kecil yang mengitari magnet dan membawanya kepada sang negarawan. Namun Gladstone tidak begitu berminat. Ia bertanya, “apa bagusnya ini?”

Setelah berpikir cepat, sang penemu menjawab, “suatu hari nanti anda dapat mengenakan pajak kepadanya”. faraday tidak susah payah menjelaskan perangkat ciptaannya. Ia juga tidak berusaha menyakinkan Gladstone. Ia sekedar mencoba memahami jalan pikiran Glastone. Dan triknya terbukti manjur. Ia menerima dukungan yang ia harapkan.

Jika anda ingin mencoba memahami pola pikir pemimpin anda, tanyakan ketiga hal ini:

  1. Darimana saja mereka?. Ini terkait dengan pengalaman mereka. Seperti apa latar belakang mereka?, apa yang mereka lakukan di masa lalu?, hal seperti apa yang terjadi sehingga mereka jadi takut berubah?
  2. Apa yang mereka rasakan?, ini terkait dengan emosi mereka. Kebanyakan orang yang tidak mau mengambil resiko sesungguhnya merasa takut. Cobalah mencari tahu apa yang mereka rasakan dan bagaimana cara mereka mengolah emosi serta menangani stress
  3. Apa yang mereka inginkan?.. ini terkait dengan ekspektasi mereka. Apa hal terpenting dalam hidup mereka?, apa saja harapan dan impian mereka?, teman saya, zig ziglar, berkata, “anda dapat memperoleh semua keinginan anda dalam hidup jika anda menolong cukup banyak orang memperoleh apa yang mereka inginkan”. Jika anda mengetahui apa yang mereka inginkan dan menolong mereka mendapatkannya, mungkin anda juga akan memperoleh apa yang anda inginkan.

Pakar penjualan, Tom Hopkins, yang menulis How to master the art of selling, menasehatkan, jika ingin mencetak penjualan, kita perlu melihat dari sudut pandang klien. Prinsip yang sama berlaku saat kita bekerja pada pemimpin yang lemah. Jika anda ingin memahaminya dan bekerjasama dengannya, lihatlah berbagai hal dari perspektifnya. Itu cara terbaik untuk menolong anda dan dirinya.

“Hargai perasaannya”

Pemimpin yang menghindari resiko biasanya melakukan itu karena tidak percaya pada kemampuannya untuk berhasil. Jangan abaikan perasaan takut dan tidak memadai ini. Justru, hargailah perasaan itu. Dan semampu anda, bantulah ia meraih kemenangan kemenangan kecil. Ini dapat menolongnya membangun kepercayaan diri.

“Bantulah ia mengambil tindakan”

Kadang yang ia butuhkan adalah fakta fakta. Ia perlu melihat nilai yang lebih besar dari perubahan tertentu. Ya, kita semua bisa terluka. Kita semua bisa dan kadang terjatuh. Namun untuk maju, kita harus berani mengambil resiko. Bantulah pemimpin anda mengukur kemungkinan hasil dan kerugiaan dari bertindak dibanding tidak bertindak. Jika hasil terburuknya masih dapat ditanggung, ambillah resiko. Seperti yang dikatakan Jendral George S Patton, “Rencana yang baik dan dijalanlan dengan penuh semangat saat ini jauh lebih baik daripada rencana sempurna yang dijalankan minggu depan”

 

  1. JIKA ORANG YANG JABATANNYA LEBIH TINGGI DARI ANDA TIDAK MEMILIKI KECAKAPAN MEMIMPIN YANG BAIK, BAGAIMANA ANDA BISA MENJALANKAN PERUSAHAAN DENGAN TETAP MENARUH HORMAT?

Biasanya orang yang bekerja pada atasan dengan kemampuan memimpin yang buruk berusaha melawan situasi. Metode ini kemungkinan besar tak akan manjur. Kita justru perlu mencoba menolong atasan kita sukses, karena jika kita ingin sukses, kita harus berusaha menolong orang lain menjadi sukses. Kita tak dapat merendahkan pemimpin kita dan berharap tim akan sukses. Dan jika pemimpin kita memang cerdas, ia akan mengerti dirinya tak akan berhasil tanpa kita. Pada dasarnya, kita saling membutuhkan.

  1. Pahami pemimpin anda

Ketika orang lain bertanya pada saya tentang bekerja pada pemimpin yang buruk, saya sering mendapati bahwa mereka sesungguhnya tidak mengenal sang pemimpin. Saking terpakunya pada kesalahan sang pemimpin, mereka bahkan tidak berusaha mengenalnya. Itu jelas salah. anda harus menolongnya jika ingin menolong diri anda. Untuk menolongnya, anda harus mengetahui apa yang paling ia pedulikan.

“Tanyakan pada pemimpin anda…..”

Apa yang ada di hati anda? – inilah semua hal yang pemimpin anda pedulikan. Jika memungkinkan, sediakan itu untuknya

Apa harapan anda? – inilah semua hal yang ingin dilakukan pemimpin anda. Jika itu sejalan dengan nilai nilai anda. Berilah dukungan.

Apa yang menyakiti anda? – ini semua hal yang ingin dihindari pemimpin anda. Jika mampu, lindungi pemimpin anda dari mereka

Bagaimana saya bisa menolong? – ada banyak hal yang ingin dilakukan pemimpin tapi tidak bisa ia lakukan seorang diri. Tugas anda adalah berpartner dengannya untuk menuntaskan masalah.

Begitu anda mengenal pemimpin dan berupaya menolongnya, anda akan mulai memandangnya pertama tama sebagai manusia, setelah itu sebagai pemimpin. Komunikasi kalian akan membaik. Begitu pun hubungan kalian. Kalian mungkin akan bekerja sama dengan hati senang.

Ketika kita melakukan tugas dan menindaklanjutinya dengan sukses, peluang untuk mendapatkan kenaikan jabatan tentu lebih besar. Ketika kita bersumbangsih pada kesuksesan bos, ia pun siap melejit. Dan saat ia melejit, tebak siapa yang akan diajak? Ia mengajak orang yang menolong mereka menang. Seperti yang dikatakan John Mason, “Membuat orang lain menjadi lebih baik adalah boomerang”

  1. Pahami peran anda sebagai pendukung.

Meskipun kemampuan memimpin anda lebih hebat dari pemimpin. Jika ingin sukses, anda harus memainkan peran anda. Anda direkrut untuk bermain sebagai pendukung. Lakukan yang terbaik untuk menunaikannya dengan unggul

  1. Merekalah dimanapun anda ditempatkan.

Hanya segelintir hal yang membuat pemimpin lemah dan kuat terkesan selain pekerja yang pandai memulai dan mengakhiri. Jika anda berinisiatif dan proaktif serta bekerja dengan hati gembira, semua orang pasti bersedia bekerja sama dengan anda. Dengan menindaklanjuti setiap tugas dan komitmen, anda akan dilimpahi tanggung jawab yang makin besar. Ukuran seseorang bukanlah apa yang ia katakan dalam rapat, melainkan apa yang ia lakukan setelah rapat itu selesai.

  1. Tampillah menonjol dengan sikap yang benar.

Memang sulit bagi orang yang bekerja pada pemimpin yang buruk untuk memelihara sikap yang benar. Jika anda bisa bersikap positif dan suportif sementara orang di sekeliling anda bersikap negative dan suka mengeluh. Anda akan menonjol dan menarik banyak orang. Ingat, karyawan yang baik tidak ditentukan oleh situasi, tetapi oleh sikap mereka.

  1. Sukses menurut standar mereka

Ketika anda bekerja di level tengah perusahaan dan memiliki atasan, kesuksesan anda biasanya ditentukan oleh standar orang lain. Anda tidak berhak menentukan definisi sukses ataupun mengubah aturan mainnya. Jalan menuju sukses telah dibentangkan oleh orang lain. Satu satunya yang bisa anda lakukan adalah sukses menutu standar orang lain. Gagasan ini mungkin membuat anda frustasi, tetapi sesungguhnya semua orang bertanggung jawab pada orang lain dan harus sukses menurut standar mereka.

Pada akhirnya, satu satunya hal yang bisa anda lakukan adalah memimpin hidup anda. Jika tidak, orang lain yang akan memimpin hidup anda, dengan menentukan apa yang akan terjadi pada anda. Imbalan terbesar kehidupan berasal dari dalam diri anda, dari pilihan pilihan yang anda ambil, dari bagaimana anda memutuskan untuk hidup di tengah situasi yang melingkupi anda.

 

http://www.micpublishing.co.id/product/good-leaders-ask-great-questions/

Sumber: Bab 8 dari buku John C.Maxwell